Jumat, 02 Agustus 2013

Cewe Apa Cowo?

28 juli 2013, tepat pada hari itu masuk bulan ketujuh kandungan istriku. Saatnya untuk periksa lagi kedokter, sekalian cari tau jenis kelamin dari si jabang bayi.
Sayangnya hari itu bertepatan hari minggu, jd kemungkinan dokter2 pada tutup prakternya, jadi kuputuskan nunggu besoknya buat periksa.

Tiba harinya, yang ditunggu-tunggu segera tiba. Rasa penasaran muncul dengan tingkat keingin tahuan yang tinggi, cuma untuk tahu jenis kelaminnya cewe ato cowo.
Pulang dari kerja aku langsung ajak istriku tercinta buat periksa. Padahal waktu buka praktek dokternya masih beberapa jam lagi. Saking penasarannya jadi kaya orang aneh.

Waktu menunjukan pukul 16.00 wib. Pas waktunya untuk menuju ke tempat dokter. WaduhBusyyyeeet, setibanya disana udah banyak banget yang ngantri... Setelah daftar kita kbagian nomor 33, (parah bangeeet).. Tapi setelah tanya2 ternyata udah jalan nomor 20, Alhamdulillah.

Tiba waktunya dipanggil dokter.

"gimana kabarnya bu?" sapa dokter.
"baik dok.." langsung kusahut..
"ayo silahkan baringan" suruh dkter..

tak lama..

"bayinya sehat,
beratnya normal,
posisinya bagus" terang dokter.

"dan jenis kelaminnya....
Insya Allah PEREMPUAN" lanjut dokter..

Alhamdulillah, akhirnya ketauan juga ni si bayi jenisnya apa..

Syukur ku panjatkan pada Illahi Rabi, Terima Kasih ya Allah..

lanjut pulang dengan perasaan bahagia.

Selasa, 23 April 2013

tespek

Asiiiiik,,, horeeee,, dan segala luapan rasa senang keluar dariku ketika kulihat hasil tes kehamilan pada istriku. Menyenangkan, membahagiakan, dan melegakan (setidaknya aku bisa disebut lelaki karna sudah bisa dapat keturunan). Terima kasih Tuhan, aku bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku. Serta masih banyak luapan kebahagiaan yang tidak bisa aku ungkapkan.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, kuhitung ternyata enam bulan aku menunggu nikmat Tuhan ini. lumayan membuat khawatir juga, mengingat banyak teman-temanku yang memang susah untuk mendapatkannya dikarenakan kelakuan dan kebiasaan di masa lalu. yaa walaupun memang tidak sedikit juga teman-temanku yang tokceer deh selepas kiwin langsung punya momongan.
Perasaan senang bercampur dengan rasa penasaran tentang apa yang ada didalam kandungan (cewe ato cowo ya)... Padahal baru saja tahu kalo itu memang ada isinya.. heee

Jumat, 16 Desember 2011

Rumahku Istanaku

beginilah kira-kira rumah yang ingin dan akan kubangun besok ato lusa... ^_^
rumah kecil mungil, dan sederhana... heee tapi lumayan lah buat ngorok mah...

Denah

tampak depan



tampak samping dan belakang


tampak atas



dapur

kamar tidur utama

kamar tidur L2


ruang tengah

ruang kerja


halaman belakang
Silahkan singgah.... ^_^

Senin, 15 Agustus 2011

NENEK SIHIR

Kalah perang, seorang pangeran diberi kesempatan
setahun oleh musuhnya untuk mencari jawaban atas
pertanyaan: “Apa yang diinginkan perempuan?”
Kalau dalam setahun tidak dapat menjawab pertanyaan
tersebut, sang pangeran akan digantung.
Bertanya kesana-kemari, tak ada satupun jawaban yang
memuaskan. Akhirnya ketika satu tahun hampir lewat, seseorang
memberinya saran untuk bertanya kepada seorang nenek sihir.
Ketika pangeran menemukan si nenek sihir dan menanyakan
pertanyaan tersebut, si nenek sihir mengatakan bahwa ia hanya
akan menjawab jika sahabat pangeran yang bernama Peter mau
mengawininya.
Pangeran tentu saja tidak tega untuk menikahkan sahabatnya
dengan nenek sihir yang selain jelek juga bau. Akan tetapi Peter
yang merasa banyak berhutang budi dan ingin menunjukkan
baktinya, mengatakan bahwa ia sanggup mengawini nenek sihir
tersebut.
Jawaban nenek sihir: Apa yang benar-benar diinginkan
perempuan adalah diberi kebebasan mengatur hidupnya
sendiri.
Jawaban tersebut diterima dan pangeran terbebas dari tiang
gantungan.
Sementara itu Peter dengan berdebar-debar agak takut
memasuki kamar pengantinnya. Ia sangat terperanjat ketika di
atas ranjang terbaring seorang perempuan yang cantik jelita
dan seksi.
“Kamu siapa..?” tanya Peter tak mengerti.
“Karena kamu sangat baik terhadapku, setengah hari aku akan
menjadi nenek sihir dan setengah harinya lagi aku akan
menjelma menjadi putri yang paling cantik. Sekarang, terserah
kamu, mau pilih mana, apakah siang sebagai nenek sihir dan
malam jadi putri atau sebaliknya,” kata perempuan tersebut.
Peter pun bingung. Di satu sisi, ia ingin menunjukkan kepada
semua orang betapa cantiknya istrinya, tapi ia juga takut nanti
ada yang ingin merebutnya. Kalau istrinya menjelma jadi putri
cantik di malam hari, hanya ia yang akan ‘menikmatinya’.
Akhirnya Peter menyerahkan keputusan tersebut kepada sang
putri.
“Kalau begitu aku akan menjelma jadi putri cantik sepanjang
waktu, karena kamu telah memberiku apa yang diinginkan
perempuan, yaitu kebebasan untuk mengatur hidupku sendiri,”
kata sang putri.
Yang diperlukan oleh seorang perempuan adalah kebebasan
untuk mengungkapkan siapakah dirinya.

==============================================
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi. Yogyakarta